Jumat, 19 Juni 2015

Kenapa Naik Gunung

Awalnya tak ada keinginan sama sekali untuk menjadi seorang pendaki gunung. Saya tinggal di dekat kawasan Gunung Ciremai 3078 mdpl (meter diatas permukaan laut). Ciremai dengan gagah berdiri menantang. Setiap hari saya dapat melihat kegagahannya bahkan dari jendela rumah. Terkadang awan-awan bermain berputar-putar di sekitar puncaknya terlihat dari jauh. Terkadang ciremai malu-malu bersembunyi dibalik awan. Putih. Hanya itu yang terlihat.
Ada juga bukit-bukit kecil disekitar rumah yang tingginya maksimal 300an mdpl. Dari kesekian banyak bukukit itu hanya ada satu bukit yang pernah saya daki bersama teman-teman. Itu adalah bukit terpendek. Masih belum ada keinginan untuk mendaki gunung.
Entah apa yang menyebabkan ketertarikan saya untuk mendaki gunung. Terutama mungkin setelah saya bergabung dengan Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam). Keinginan itu semakin menjadi.
Pendakian pertama. Gunung Ciremai yang dipilih. Dekat. Itu saja. Entahlah, naik gunung itu melelahkan sekali. Kita harus membawa perlengkapan yang tidak ringan. Perjalanan yang menanjak di jalur Apuy Majalengka membuat saya kelelahan. Pendakian pertama, jalur terberat grade ke-2 dari 3 jalur resmi, tas carrier yang besar dan berat adalah kombinasi yang cocok untuk membuat siapapun kelelahan.
Puncak gunung. Ya disitu saya lagi2 merasa kecil dibanding ciptaan-Nya, apalagi dibandingkan dengan Sang Pencipta. Saya tidak ada apa-apanya. Teman saya sujud syukur ketika sampai dipuncak sana, saya pun jadi tertarik untuk ikut sujud syukur. Kenapa bersyukur, ya bagi yang belum merasakan beratnya pendakian wajar bertanya seperti itu. Bersyukur karena masih diberi kesempatan salah satu dari keindahan-Nya. Bersyukur karena disadarkan bahwa kita memang kecil.
Setelah pendakian pertama yang masih berupa ambisi, berubah menjadi tujuan lain sampai saya melakukan beberapa pendakian. Masih digunung yang sama. Tapi saya mulai sadar. Bahwa mendaki gunung bukan melulu hoby. Tapi ini termasuk ibadah. Dzikir. Ketika dzikir di tempat konvensional seperti rumah atau masjid, bagi orang tertentu saja mungkin yang merasuk sampai kedalam hati dzikirnya. Tapi  bagi kita, hanya sebatas dalam ucapan. Ketika mendaki gunung saya rasakan Allah memang besar, Allah memang Maha Indah, terlihat dari ciptaan-Nya. Dll. Tak sebatas terucap lewat mulut, tapi benar-benar merasuk sampai dalam hati. Bedanya, ketika dzikir di tempat konvensional, dari mulut lalu merasuk ke hati. Tapi ketika mendaki gunung, kata-kata itu keluar atas apa yang dirasakan oleh hati kita. Itu bedanya.
Mendaki gunung itu bukan hanya sekedar berbicara menaklukan gunung, bahkan jika saya tahu tiap jengkal dari gunung, itu masih belum dibilang sudah menaklukkan gunung. Mendaki gunung adalah cara tersendiri bagi orang-orang seperti saya dan beberapa yang lain untuk menambah keimanan mereka. Kalian yang membaca tulisan ini boleh tidak setuju. Apalagi yang belum merasakan mendaki gunung. Boleh. Karena ini pendapat pribadi saya atas apa yang saya rasakan dari kegiatan mendaki gunung. Karena menurut saya, yang namanya ibadah itu tidak melulu yang tertulis di rukun islam. Tidak memulu tentang ritual. Tapi selama kita menghadirkan Allah dalam segala apa yang kita lakukan selama tidak melanggar ketentuannya, itulah ibadah.

Salam
Ibadventure

Jumat, 23 November 2012

Setengah Apa, Penuh atau Kosong???

Apa yang kalian lihat dari gambar disamping ini??
Apakah kalian melihat kalau gelas itu setengah penuh???
atau justru setengah kosong???

Tenang kawan, saya tidak akan menjudge apa yang kalian pilih di antara pilihan di atas. Tapi saya akan mencoba mencari apa hikmah dibalik keduanya.

Dulu kalian mungkin pernah mendapat pertanyaan serupa. "Setengah Penuh atau Setengah Kosong?" Dulu mungkin setelah ditanya lalu si penanya akan berkata (biasanya) "Yang Benar Itu Ini Adalah Gelas Setengah Isi" itu jika kita menjawab setengah kosong, jika kita menjawab setengah isi, maka si penanya akan kembali bertanya "Alasannya??" lalu kita pun menjawab (sesuai jawaban masing-masing pada saat itu).

Tapi benarkah tindakan yang dilakukan si penanya tersebut?? jika dilihat dari tujuannya InsyaAllah itu merupakan hal yang benar, karena biasanya si penanya bertujuan untuk memberikan sebuah motivasi. Tapi yang saya pertanyakan adalah, haruskah motivasi itu dengan penjudgean suatu hal?? haruskah motivasi itu menyalahkan pemikiran orang lain??

Ini adalah pendapat saya berdasarkan apa yang saya ketahui, apa yang saya rasakan dan apa yang saya pikirkan. Menurut saya gambar diatas bisa disebut Setengah Isi, atau Setengah Kosong. Ya, dengan kata lain, saya setuju dengan kondisi keduanya. Bukannya saya tidak punya pendirian, atau asal bicara. Ini penjelasan saya:


#Setengah Penuh : Saya setuju, karena apa, itu merupakan sebuah motivasi yang luar biasa karena dengan kita mengatakan setengah penuh disitu kita masih berharap bahwa suatu saat gelas itu akan terisi penuh. Toh untuk apa jika kita mengatakan setengah penuh akan tetapi kita tidak pernah mengisi yang setengahnya lagi, percuma juga.


#Setengah Kosong : Saya juga setuju, karena kata tersebut juga merupakan motivasi yang tak kalah luar biasa karena dengan kita mengatakan setengah kosong, maka kita juga berpikir bahwa kita bukanlah apa-apa, maka untuk menjadi apa-apa kita akan berusaha mengisi kekosongan itu, dalam hal ini mengisi kekosongan gelas itu menjadi penuh. Jika kita hanya stagnan dengan keadaan setengah kosong bahkan kosong, maka kita hanya akan menjadi gelas yang tidak bermanfaat, tidak dapat memenuhi rasa haus karena masih setengah kosong.

Jadi, terserah mau pilih yang mana, pilih setengah kosong atau setengah penuh. Keduanya sama saja asalkan kita mempunyai motif baik dibalik itu. Asalkan kita bersedia memperbaiki keadaan yang setengah penuh maupun yang setengah kosong. Karena bagaimanapun, gelas itu masih setengah, setengah itu 50%, belum 100%. Kita semua tentu mau menjadi orang yang 100%, menjadi orang yang terus berjuang mengisi kekosongan atau menambah kesempurnaan hidup.

"jika sudah sampai setengah penuh, terus isi sampai penuh. jika masih setengah kosong, jangan lelah mencari yang setengahnya lagi agar kita menjadi gelas penuh" Ibad Muhamad Yusuf

Rabu, 21 November 2012

Kita Semua LUAR BIASA "kan" Kawan....???

Sempat terbersit rasa iri jika melihat teman-teman yang mengejar cita-cita mereka menuntut ilmu di Perguruan Tinggi ternama di Indonesia. sering dalam hati ini bertutur, " waah enak sekali mereka, fasilitas lengkap, teman banyak, literatur dan pengajar yang mumpuni, andai aku juga kuliah ditempat mereka.." yah memang, di satu sisi saya iri dengan kemajuan teman saya, tapi bukan iri yang penuh dengan kebencian, ini adalah iri yang dipenuhi rasa bahagia karena bisa melihat teman-teman saya sesukses itu.

Sering saya lihat di social media teman-teman memajang foto-foto perjalanan sukses mereka, itu membuatku bahagia bahkan terkadang bulu kudukku ini ikut berdiri. Ditambah teman-teman yang sudah bisa mencari nafkah, aduuh saya belum apa-apa jika dibandingkan dengan mereka. mereka setidaknya sudah bisa berbakti pada kedua orang tuanya lewat jalan harta. Tapi apa yang saya lakukan..saya bukanlah apa-apa.

Di social media teman-teman sering share masalah tugas mereka yang jika saya baca dari temanya saja terdengar asing dan sulit. "pasti ilmu mereka lebih hebat dari saya" sempat terbersit pikiran macam itu.

Tapi dibalik semua itu, saya teringat akan kebesaran Allah. Inilah kebesaran Allah. dimana?? tentu saja ada dimana-mana. jika saya kuliah ditempat mereka, belum tentu saya dapat belajar dengan baik sebaik saya belajar di Almamater saya sekarang. Jika saya bekerja/usaha, belum tentu dapat saya bagi dengan kedua orang tua saya karena rasa ego yang masih tinggi. Untuk itulah Allah yang Maha Tahu menempatkan saya pada situasi seperti sekarang. Allah tahu bahwa saya lebih baik disituasi yang saya jalani sekarang.

Bisa saja kan, teman-teman justru menganggap kondisi saya yang enak dibanding mereka. Kuliah masih satu kota, sehingga bisa setiap hari bersua dengan keluarga. Teman kuliah yang lebih sedikit, karena mereka lebih suka kesunyian atau lebih gampang diingat dan ikatan pertemanan kami lebih dekat.

Bisa saja, disini saya anggap mereka Luar Biasa, tapi disana mungkin mereka justru anggap bahwa sayalah yang Luar Biasa..Mungkiin..hehe...

Untuk itu saya pun sadar, dan tidak mau berkecil hati.. Allah sudah memberi jalan sukses yang berbeda pada masing-masing individu.. Aku disini dengan jalan dan caraku.. dan engkau disana dengan jalan dan cara mereka tersendiri...

"Yang penting itu bukan jalan Tol atau jalan Perkampungan yang rusak, tapi yang terpenting itu apakah kita bisa melaluinya dengan cara yang sebaik-baiknya dan penuh rasa syukur" - Ibad Muhamad Yusuf -

Kamis, 02 Agustus 2012

Derita Di Bulan Ramadhan...!!!!

Bulan ramadhan datang, Oh NO... terpaksa kita harus puasa. Puasa itu kan menyiksa, bener ngga kawan? Coba kalian bayangkan!! Ditengah hari bolong, kita harus menahan lapar, haus & menahan hawa nafsu. Untuk yang sudah berumah tangga, mereka dilarang melakukan hubungan suami istri yang pada bulan selain ramadhan mereka halal melakukannya kapanpun.

Gambar : henny-fmh.blogspot.com

Ketika matahari sedang terik-teriknya, kita pasti merasakan haus. Tapi apa yang terjadi, kita tidak boleh minum karena itu tadi, kita harus menahan haus. Selain itu, kita harus susah payah bangun sangat pagi melawan dingin untuk makan sahur dilanjutkan shalat shubuh berjama’ah. Padahal sekenyang apapun kita makan sahur, dan meski makan sahur kita di akhirkan, kita akan merasa kelaparan. Karena dalam kondisi wajar, perut kita akan telah selesai mencerna makanan di lambung antara jam 9-10.

Akibatnya keadaan lambung kita kosong dan kita akan merasakan lapar, bahkan ada yang merasa sakit perut. Lengkap sudah penderitaan kita, ya haus, ya lapar dan kita tidak boleh makan/minum. Jika tidak, Allah akan memberi kita dosa yang amat besar dan kelak kita akan di azab dengan azab yang pedih. Setahu saya, azab paling ringannya saja kepala kita akan diledakkan secara terus menerus, apalagi yang kelas beratnya... hiiii...

Dimalam hari, kita juga harus cape-cape’an shalat tarawih yang jumlahnya minimal 8 rakaat, ditambah shalat isya 4 rakaat dan witir 3 rakaat, jadilah kita harus melaksanakan 15 rakaat, itu kan melelahkan. Sebenarnya apakah Allah setega itu membiarkan kita menderita di bulan ramadhan. Apakah Allah tidak adil? Padahal Allah pasti tahu bahwa manusia itu makhluk yang lemah.

Jawabannya :

Justru karena Allah sangat adil kawan, sehingga Dia memerintahkan kita untuk berpuasa sebulan penuh di bulan ramadhan. Allah tahu seluk-beluk ciptaan-Nya. Allah tahu kita butuh latihan, latihan seperti apa? Bukan hanya latihan fisik (jasmani), tetapi rohani kita pun dilatih di bulan ramadhan. Puasa jelas sangat berguna bagi kesehatan, karena organ-organ tubuh kita (khususnya organ pencernaan) selama sepanjang tahun terus menerus bekerja tanpa henti. Tapi dibulan yang suci ini organ-organ kita di istirahatkan, kita pun butuh istirahat bukan? Begitu pula organ tubuh kita.

Dan kita dilatih untuk lebih bersabar dengan kelaparan dan dahaga kita, kita dilatih untuk merasakan penderitaan saudara muslim kita yang kurang beruntung, sehingga kita akan lebih mengerti keadaan mereka. Selain itu kita juga dilatih lebih untuk giat beribadah kepada Allah dengan imbalan pahala dan rahmat yang melimpah dari Allah.

Kawan, coba kita pikir, jika hal-hal di atas kita lakukan secara ikhlas tanpa keluhan dan hanya mengharap ridha Allah, bukankan itu luar biasa. Tentu bukan hanya di mata kita selaku makhluk, tapi juga di mata Allah selaku pencipta. Dan kita pun akan semakin dekat dengan Allah, bukankah itu menyenangkan? Kita akan merasakan ketenangan hati yang luar biasa jika kita dekat dengan Allah.

Jadi jika kita masih mengeluh ketika ramadhan tiba, itu sama saja kita kurang bersyukur terhadap segala nikmat yang telah diberikan Allah epada kita selaku makhluk-Nya.
Sampai jumpa di artikel berikutnya

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
-ibadmy-

Kita Harus Jadi Pemenang

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Tahukah kamu...???

Sadar atau tidak ternyata Islam telah mengajak kita untuk menjadi orang sukses, menjadi seorang pemenang. Tak perlu susah payah mencari litelaturnya di Al-Qur’an atau pun Hadits. Kita bahkan terbiasa mendengar kalimat ajakan atau kalimat motivasi itu setiap hari, terutama bagi yang rajin beribadah. Orang yang rajin beribadah seharusnya lebih tahu akan hal ini. Bahkan orang awam pun saya yakin tahu akan hal ini, hanya saja mungkin kita semua belum menyadarinya. Karena saya pun baru sadar ketika melihat sebuah tanyangan.
Gambar : digitalsherpa.com

Apakah kalimat ajakan atau motivasi agar kita menjadi seorang pemenang (sukses) itu?

Kita akan mendengar kalimat ini setidaknya 10 kali dalam sehari (bagi yang telat bangun pagi hanya mendengar 8 kali). Apa kira-kira? Ada yang tahu? Ya, benar kalimat tersebut  terdapat dalam adzan, Subhanallah. Sebagai Muslim pasti kita tahu kalimat “Hayya ‘Alal Falah” atau artinya “Mari menuju kemenangan”.

Seharusnya kita sadar sedari dulu dan menyikapi hal tersebut dengan sangat positif. Kemenangan adalah suatu tujuan dalam islam. Menang dari perang melawan musuh Allah, Menang ketika kita berpuasa, Menang ketika ‘Idul Fitri, dan masih banyak lagi kemenangan-kemenangan yang harus dicapai dalam islam.
Nih di Al-Qur’an juga ada, firman Allah SWT yang artinya :

“Itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam syurga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar.” (T.Q.S. An-Nisaa 4:13)

Kemenangan tentu suatu hal yang dinantikan, yang ditunggu, dan yang diinginkan oleh semua orang. Bukan hanya orang islam, tapi seluruh umat manusia menginginkan agar dirinya menjadi seorang pemenang. Tidak ada yang berharap agar dirinya kalah. Bahkan ada sebuah ungkapan “mengalah bukan berarti kalah,” ini menunjukan bahwa setiap manusia menginginkan kemenangan. Hanya saja kita lupa bahwa kita ini berhak untuk menjadi seorang pemenang. Untuk itu, kita selaku umat islam sudah semestinya lebih bersyukur lagi kepada Allah SWT. Karena kita setiap hari telah diingatkan dan diajak untuk menjadi pemenang.

Yuuuuk kita sama-sama jadi pemenang, karena kalo menang sendirian kurang nikmat, lebih nikmat lagi kita menang bersama-sama.

Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
-ibadmy-

Selasa, 28 Februari 2012

Self Motivation

Kawan –kawanku yang sungguh luarbiasa,

Dalam kesempatan tulisan saya kali ini, saya akan sedikit membahas tentang motivasi diri atau dalam bahasa sundanya disebut selp motipation (yah..itu mah bedannya Cuma pake “P” doank,, padahal kan itu bahasa inggris).

Oke... Self Motivation itu menurut saya adalah kekuatan sesungguhnya dari sebuah motivasi. Tanpa adanya self motivation, segala macam motivasi yang diberikan oleh motivator paling handal di Dunia sekalipun tidak akan mampu membuat seseorang termotivasi. Dan sebaliknya, jika kita mempunyai self motifation, tanpa seorang motivator pun kita akan mampu lebih maju dari sebelumnya.

Ada sebuah contoh kasus sederhana tentang self motivation yang pernah saya baca dari buku “ The Power Of KEPEPET”. Kira-kira beginilah kasusnya :

"Coba anda bayangkan bahwa anda sedang berada di sebuah atap gedung yang mepunyai tinggi 80 meter, dan di sebranag gedung, ada gedung lain yang tingginya sama dengan gedung tempat anda berdiri. Dari gedung tempat anda berdiri dan gedung itu berjarak 25 meter dan terdapat seutas tali yang sangat kuat. Nah, sekarang maukah anda jika saya menyuruh anda untuk menyebrangi tali tersebut dengan imbalan Rp. 100.000,-? saya yakin anda akan berpikir 1000 kali untuk melakukan itu.

Sekarang saya tambah imbalannya menjadi 1 juta, atau 100 juta atau bahkan 1 milyar, maka saya yakin bahwa anda masih akan tetap berpikir 2 kali untuk melakukannya.
Bagaimana jika sekarang di atap tersebut ada seekor singa yang sedang kelaparan karena sudah 2 hari tidak mendapatkan makanan maupun minuman, dan singa tersebut mencoba untuk menyerang anda, sedangkan jalan yang tersedia untuk menghindar dari singa lapar itu hanyalah seutas tali yang saling menghubungkan antara dua gedung tadi. Maka saya yakin, tanpa diberi imbalan pun anda akan tetap menyebrang karena ketakutan akan dimakan oleh singa yang kelaparan tadi.

Disinilah bagaimana peran sebuah self motivation, tanpa disuruh ataupun diberi imbalan kita akan melakukan sesuatu hal dengan cara terbaik yang kita bisa. Dan kita akan melakukannya dengan sukarela tanpa paksaan, seperti layaknya orang yang termotivasi untuk mendapatkan hal yang sangat diinginkannya, maka orang tersebut akan berusaha sebisa mungkin untuk mewujudkan apa yang diinginkannya dengan melakukan yang terbaik yang mereka bisa."

Self Motivation bisa kita raih tanpa sengaja, sepeti misal ketika seseorang melihat seorang temannya yang terluka dan dia tidak bisa melakukan apapun untuk menolong temannya tersebut, dari situ mungkin dia akan secara spontan termotivasi untuk menjadi seorang yang ahli dalam hal medis (baca:dokter) agar di lain waktu dia dapat menolong temannya atau bahkan siapapun yang sedang terluka.

Akan tetapi Self Motivation pun dapat kita peroleh dengan sengaja. Kita dapat mensugesti kepada diri kita sendiri agar dapat mewujudkan sesuatu yang kita inginkan . Kita dapat memotivasi diri kita untuk dapat mewujudkan mimpi-mimpi yang kita inginkan, seperti keinginan mempunyai rumah mewah, mobil mewah, atau bahkan hanya sekedar keinginan untuk mendapatkan nilai yang tinggi pada kelulusan sekolah atau kuliah.

Jadi buat kalian yang membaca artikel ini, mari kita tumbuhkan terlebih dahulu self motivation kita semua. Karena self motivation begitu besar peranannya dalah hidup kita. Semoga kita bisa terus menerus secara “Continue” memotivasi diri minimalnya. Karena saat dimana kita kehilangan motivasi maka saat itu kita akan merasakan bahwa hidup kita itu nothing atau tidak berarti. Kawan-kawan semua tentunya tidak mau kan merasa hidupnya seolah tidak berarti. Niih ada sebuah kata mutiara yang telah memotivasi diri saya:

“....Manusia Paling Lemah Sekalipun, Akan Mampu Merubah Dunia...”

So, nggak ada alasan lagi untuk kita merasa bahwa kita ini tidak berarti, karena bahkan seekor lalat sekalipun mempunyai peran di Dunia ini, apalagi kita yang disebut-sebut sebagai makhluk Tuhan yang sempurna.. so, be strong and keep action.

terima kasih dan sampai jumpa di artikel selanjutnya.
salam pengembara buat kalian semua...
chaooo....

 

© 2013 ib∆dventure. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top