Jumat, 23 November 2012

Setengah Apa, Penuh atau Kosong???

Jumat, November 23, 2012

Apa yang kalian lihat dari gambar disamping ini??
Apakah kalian melihat kalau gelas itu setengah penuh???
atau justru setengah kosong???

Tenang kawan, saya tidak akan menjudge apa yang kalian pilih di antara pilihan di atas. Tapi saya akan mencoba mencari apa hikmah dibalik keduanya.

Dulu kalian mungkin pernah mendapat pertanyaan serupa. "Setengah Penuh atau Setengah Kosong?" Dulu mungkin setelah ditanya lalu si penanya akan berkata (biasanya) "Yang Benar Itu Ini Adalah Gelas Setengah Isi" itu jika kita menjawab setengah kosong, jika kita menjawab setengah isi, maka si penanya akan kembali bertanya "Alasannya??" lalu kita pun menjawab (sesuai jawaban masing-masing pada saat itu).

Tapi benarkah tindakan yang dilakukan si penanya tersebut?? jika dilihat dari tujuannya InsyaAllah itu merupakan hal yang benar, karena biasanya si penanya bertujuan untuk memberikan sebuah motivasi. Tapi yang saya pertanyakan adalah, haruskah motivasi itu dengan penjudgean suatu hal?? haruskah motivasi itu menyalahkan pemikiran orang lain??

Ini adalah pendapat saya berdasarkan apa yang saya ketahui, apa yang saya rasakan dan apa yang saya pikirkan. Menurut saya gambar diatas bisa disebut Setengah Isi, atau Setengah Kosong. Ya, dengan kata lain, saya setuju dengan kondisi keduanya. Bukannya saya tidak punya pendirian, atau asal bicara. Ini penjelasan saya:


#Setengah Penuh : Saya setuju, karena apa, itu merupakan sebuah motivasi yang luar biasa karena dengan kita mengatakan setengah penuh disitu kita masih berharap bahwa suatu saat gelas itu akan terisi penuh. Toh untuk apa jika kita mengatakan setengah penuh akan tetapi kita tidak pernah mengisi yang setengahnya lagi, percuma juga.


#Setengah Kosong : Saya juga setuju, karena kata tersebut juga merupakan motivasi yang tak kalah luar biasa karena dengan kita mengatakan setengah kosong, maka kita juga berpikir bahwa kita bukanlah apa-apa, maka untuk menjadi apa-apa kita akan berusaha mengisi kekosongan itu, dalam hal ini mengisi kekosongan gelas itu menjadi penuh. Jika kita hanya stagnan dengan keadaan setengah kosong bahkan kosong, maka kita hanya akan menjadi gelas yang tidak bermanfaat, tidak dapat memenuhi rasa haus karena masih setengah kosong.

Jadi, terserah mau pilih yang mana, pilih setengah kosong atau setengah penuh. Keduanya sama saja asalkan kita mempunyai motif baik dibalik itu. Asalkan kita bersedia memperbaiki keadaan yang setengah penuh maupun yang setengah kosong. Karena bagaimanapun, gelas itu masih setengah, setengah itu 50%, belum 100%. Kita semua tentu mau menjadi orang yang 100%, menjadi orang yang terus berjuang mengisi kekosongan atau menambah kesempurnaan hidup.

"jika sudah sampai setengah penuh, terus isi sampai penuh. jika masih setengah kosong, jangan lelah mencari yang setengahnya lagi agar kita menjadi gelas penuh" Ibad Muhamad Yusuf

Written by

We are Creative Blogger Theme Wavers which provides user friendly, effective and easy to use themes. Each support has free and providing HD support screen casting.

0 komentar:

Posting Komentar

 

© 2013 ib∆dventure. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top