Bulan ramadhan datang, Oh NO... terpaksa kita harus puasa. Puasa itu kan
menyiksa, bener ngga kawan? Coba kalian bayangkan!! Ditengah hari bolong, kita
harus menahan lapar, haus & menahan hawa nafsu. Untuk yang sudah berumah
tangga, mereka dilarang melakukan hubungan suami istri yang pada bulan selain ramadhan
mereka halal melakukannya kapanpun.
Gambar : henny-fmh.blogspot.com
Ketika
matahari sedang terik-teriknya, kita pasti merasakan haus. Tapi apa yang
terjadi, kita tidak boleh minum karena itu tadi, kita harus menahan haus.
Selain itu, kita harus susah payah bangun sangat pagi melawan dingin untuk
makan sahur dilanjutkan shalat shubuh berjama’ah. Padahal sekenyang apapun kita
makan sahur, dan meski makan sahur kita di akhirkan, kita akan merasa kelaparan.
Karena dalam kondisi wajar, perut kita akan telah selesai mencerna makanan di
lambung antara jam 9-10.
Akibatnya
keadaan lambung kita kosong dan kita akan merasakan lapar, bahkan ada yang
merasa sakit perut. Lengkap sudah penderitaan kita, ya haus, ya lapar dan kita
tidak boleh makan/minum. Jika tidak, Allah akan memberi kita dosa yang amat
besar dan kelak kita akan di azab dengan azab yang pedih. Setahu saya, azab
paling ringannya saja kepala kita akan diledakkan secara terus menerus, apalagi
yang kelas beratnya... hiiii...
Dimalam hari,
kita juga harus cape-cape’an shalat
tarawih yang jumlahnya minimal 8 rakaat, ditambah shalat isya 4 rakaat dan
witir 3 rakaat, jadilah kita harus melaksanakan 15 rakaat, itu kan melelahkan.
Sebenarnya apakah Allah setega itu membiarkan kita menderita di bulan ramadhan.
Apakah Allah tidak adil? Padahal Allah pasti tahu bahwa manusia itu makhluk yang
lemah.
Jawabannya :
Justru karena
Allah sangat adil kawan, sehingga Dia memerintahkan kita untuk berpuasa sebulan
penuh di bulan ramadhan. Allah tahu seluk-beluk ciptaan-Nya. Allah tahu kita
butuh latihan, latihan seperti apa? Bukan hanya latihan fisik (jasmani), tetapi
rohani kita pun dilatih di bulan ramadhan. Puasa jelas sangat berguna bagi
kesehatan, karena organ-organ tubuh kita (khususnya organ pencernaan) selama
sepanjang tahun terus menerus bekerja tanpa henti. Tapi dibulan yang suci ini
organ-organ kita di istirahatkan, kita pun butuh istirahat bukan? Begitu pula
organ tubuh kita.
Dan kita
dilatih untuk lebih bersabar dengan kelaparan dan dahaga kita, kita dilatih
untuk merasakan penderitaan saudara muslim kita yang kurang beruntung, sehingga
kita akan lebih mengerti keadaan mereka. Selain itu kita juga dilatih lebih untuk
giat beribadah kepada Allah dengan imbalan pahala dan rahmat yang melimpah dari
Allah.
Kawan, coba
kita pikir, jika hal-hal di atas kita lakukan secara ikhlas tanpa keluhan dan
hanya mengharap ridha Allah, bukankan itu luar biasa. Tentu bukan hanya di mata
kita selaku makhluk, tapi juga di mata Allah selaku pencipta. Dan kita pun akan
semakin dekat dengan Allah, bukankah itu menyenangkan? Kita akan merasakan
ketenangan hati yang luar biasa jika kita dekat dengan Allah.
Jadi jika kita
masih mengeluh ketika ramadhan tiba, itu sama saja kita kurang bersyukur
terhadap segala nikmat yang telah diberikan Allah epada kita selaku
makhluk-Nya.
Sampai jumpa di artikel
berikutnya
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
-ibadmy-

0 komentar:
Posting Komentar